Preprint / Version 1

Dampak Korupsi di Sektor Kesehatan: Nyawa Menjadi Taruhan

Authors

  • Luthfyyah Kaysharani Poltekkes Kemenkes Riau

Keywords:

Dampak Korupsi, Kesehatan, Nyawa

Abstract

Korupsi merupakan salah satu permasalahan global yang dapat terjadi di berbagai sektor pemerintahan, termasuk sektor kesehatan. Dalam konteks sistem kesehatan, korupsi dapat muncul dalam berbagai bentuk seperti penyalahgunaan anggaran kesehatan, manipulasi dalam proses pengadaan obat dan alat kesehatan, praktik suap dalam pelayanan medis, hingga pungutan liar kepada pasien. Praktik-praktik tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi bagi negara, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat.Sektor kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin kesejahteraan dan keselamatan hidup manusia. Oleh karena itu, integritas dan transparansi dalam pengelolaan sektor ini menjadi hal yang sangat krusial. Ketika praktik korupsi terjadi dalam sistem kesehatan, dampaknya tidak hanya dirasakan pada aspek administratif atau keuangan, tetapi juga dapat memengaruhi keselamatan pasien dan efektivitas pelayanan medis. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat korupsi yang tinggi dalam sistem kesehatan berkorelasi dengan rendahnya kualitas layanan kesehatan, meningkatnya angka kematian bayi, serta menurunnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang layak (Factor & Kang, 2015).Selain itu, korupsi juga dapat menghambat efektivitas berbagai program kesehatan masyarakat yang dirancang oleh pemerintah. Program-program seperti imunisasi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta pengendalian penyakit menular menjadi tidak optimal ketika dana atau sumber daya yang tersedia tidak digunakan secara transparan dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, pembahasan mengenai dampak korupsi di sektor kesehatan menjadi sangat penting, karena isu ini tidak hanya berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, tetapi juga menyangkut hak dasar masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan merata.

References

Factor, R., & Kang, M. (2015). Corruption and population health outcomes: an analysis of data from 133 countries using structural equation modeling. International Journal of Public Health.

Hanf, M., Van-Melle, A., Fraisse, F., Roger, A., & Carme, B. (2011). Corruption kills: estimating the global impact of corruption on child deaths. PLOS ONE.

Hsiao, A., Vogt, V., & Quentin, W. (2019). Effect of corruption on perceived difficulties in healthcare access in sub-Saharan Africa. PLOS ONE.

Lewis, M. (2006). Governance and corruption in public health care systems. Center for Global Development Working Paper.

Mostert, S., Njuguna, F., Olbara, G., Sindano, S., & Sitaresmi, M. (2015). Corruption in health-care systems and its effect on cancer care in Africa. The Lancet Oncology.

Naher, N., Hoque, R., Hassan, M., & Balabanova, D. (2020). The influence of corruption and governance in the delivery of frontline health care services in the public sector. BMC Public Health.

Holmberg, S., & Rothstein, B. (2011). Dying of corruption. Health Economics, Policy and Law. https://www.cambridge.org/core/journals/health-economics-policy-and- law/article/dying-of-corruption

Socoliuc, O. R., Sîrghi, N., Jemna, D. V., & David, M. (2022). Corruption and population health in the European Union countries—An institutionalist perspective. International Journal of Environmental Research and Public Health.

Downloads

Posted

2026-04-11

Categories